Generasi Z Jangan Sampai Cuekin Ini! Ade Ginanjar Ajak Anak Muda Jaga Indonesia Lewat 4 Pilar Kebangsaan

GARUT TERKINI, – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ade Ginanjar terus bergerak menyapa masyarakat di wilayah Daerah Pemilihan Jawa Barat, meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya, melalui sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI.

Kegiatan tersebut tak hanya menyasar tokoh masyarakat, tetapi juga kalangan pemuda, perempuan hingga generasi milenial yang dinilai memiliki peran besar dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Dalam agenda yang berlangsung di Aula Desa Cinta Asih, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, pada 11 Maret 2026, suasana diskusi berlangsung hidup. Warga terlihat antusias mengikuti pemaparan terkait pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus digital dan perkembangan media sosial.

Di hadapan peserta, Ade Ginanjar menegaskan bahwa tantangan zaman saat ini bukan hanya soal ekonomi atau teknologi, tetapi juga menjaga persatuan bangsa agar tidak mudah terpecah oleh provokasi maupun informasi menyesatkan.

Menurutnya, 4 Pilar Kebangsaan menjadi pondasi utama agar masyarakat tetap memiliki arah dan identitas sebagai bangsa Indonesia.

“Pancasila bukan sekadar hafalan atau simbol negara. Di dalamnya ada nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan yang harus tetap hidup, terutama di kalangan generasi muda,” ujar Ade.

Ia menjelaskan, 4 Pilar Kebangsaan MPR RI terdiri dari Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai dasar konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi perekat keberagaman Indonesia.

Ade menilai, pemahaman terhadap empat pilar tersebut penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari berbagai pengaruh yang bertentangan dengan nilai luhur bangsa.

Dalam sesi dialog bersama warga, ia juga menyinggung pentingnya mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, anak muda daerah harus memiliki semangat nasionalisme, menjaga solidaritas sosial, dan mampu menjadi contoh positif di lingkungan sekitar.

“Kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Semangat para pendiri bangsa jangan sampai luntur hanya karena perbedaan,” katanya.

Selain itu, Ade juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Ia meminta warga tidak mudah percaya pada informasi provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan.

Sosialisasi tersebut pun mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah peserta berharap kegiatan serupa terus digelar secara rutin agar wawasan kebangsaan semakin kuat, khususnya di kalangan generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup