Karaoke di Tengah Krisis Pendidikan, DPRD Garut Sentil Etika Kepala Dinas

GARUT TERKINI – Aksi karaoke yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut bersama sejumlah pegawai di dalam bus saat perjalanan menuju Yogyakarta memantik kritik keras. Video yang viral di media sosial itu disebut-sebut merupakan bagian dari agenda pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, kegiatan tersebut dinilai tidak pantas dan mencederai sensitivitas pejabat publik di tengah masih banyaknya persoalan pendidikan di daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Asep Rahmat, menegaskan bahwa pembinaan ASN tidak semestinya dilakukan di luar daerah, apalagi dengan memperlihatkan aktivitas yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif di mata masyarakat.

“Pembinaan ASN bisa dan seharusnya dilakukan di Garut. Kita masih menghadapi kenyataan bahwa Indeks Pembangunan Manusia belum optimal, sementara kondisi sejumlah sekolah masih memprihatinkan,” ujar Asep Rahmat, Jumat (16/1/2025).

Ia menilai, Dinas Pendidikan di bawah kepemimpinan Asep Wawan Budiman perlu lebih fokus pada pembenahan kinerja dan penyelesaian masalah mendasar, bukan justru menampilkan aktivitas yang dianggap tidak mencerminkan keseriusan seorang pejabat publik.

Asep juga menyoroti aspek etika dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, tindakan yang terekam dalam video viral itu berpotensi melukai rasa keadilan masyarakat, khususnya para orang tua dan siswa yang masih bergelut dengan keterbatasan fasilitas pendidikan.

“Secara etika, ini tidak elok. Di Banjarwangi, masih ada ratusan siswa yang belajar di tenda karena sekolahnya belum layak. Kondisi seperti itu seharusnya menjadi perhatian utama, bukan perjalanan ke Yogyakarta sambil bernyanyi,” tegasnya.

Dalam video yang beredar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut terlihat memimpin doa sebelum keberangkatan rombongan. Namun, suasana berubah menjadi riuh ketika salah satu peserta melantunkan lagu layaknya sesi karaoke di dalam bus. Tawa dan ekspresi santai terdengar jelas, sementara kamera juga menangkap momen Kadisdik yang tampak menikmati suasana tersebut.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan publik mengenai kepekaan pejabat daerah dalam menjaga sikap dan citra institusi, terutama di sektor pendidikan yang sejatinya menuntut empati, keteladanan, serta komitmen moral yang tinggi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup