Mahasiswa STAINUS: Bukan Soal Karaoke, Ini Soal Etika Kepala Dinas Pendidikan Garut

GARUT TERKINI – Polemik dugaan pelanggaran etika kembali mencuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan Budiman, menuai sorotan publik setelah terekam berada dalam suasana karaoke di dalam bus saat perjalanan dinas ke Yogyakarta, Jumat (16/1/2026).

Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa. Salah satunya datang dari Ismet Nasir, mahasiswa STAINUS Garut sekaligus anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ia mendesak Bupati Garut untuk segera melakukan evaluasi serius terhadap kinerja dan etika pimpinan Dinas Pendidikan.

Ismet menilai, sikap yang terekam dalam video tersebut mencerminkan rendahnya sensitivitas pejabat publik terhadap kondisi riil dunia pendidikan di Kabupaten Garut. Menurutnya, perilaku tersebut tidak mencerminkan empati dan keteladanan yang seharusnya melekat pada seorang Kepala Dinas Pendidikan.

“Ini bukan sekadar soal karaoke di dalam bus, tapi soal kepekaan dan etika pejabat. Di saat IPM Garut masih bermasalah, angka Anak Putus Sekolah belum tertangani maksimal, bahkan masih ada siswa di Banjarwangi yang belajar di dalam tenda, publik justru disuguhi pemandangan seperti ini,” ujar Ismet, Jumat (16/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pejabat di sektor pendidikan memikul tanggung jawab moral yang besar. Setiap tindakan, kata Ismet, akan menjadi cerminan nilai dan komitmen pemerintah daerah terhadap masa depan pendidikan.

“Perilaku seperti ini jelas tidak sejalan dengan visi dan misi Bupati Garut. Jika dibiarkan, ini bisa menggerus kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan. Sudah seharusnya Bupati bersikap tegas, termasuk mempertimbangkan pergantian pejabat,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perjalanan dinas tersebut dilaksanakan dalam rangka pembinaan kinerja aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Kegiatan itu juga disebut-sebut berkaitan dengan agenda pelepasan pegawai yang akan memasuki masa purna tugas.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, Asep Wawan Budiman tampak memimpin doa sebelum rombongan bertolak. Namun, suasana kemudian berubah menjadi lebih santai ketika salah satu peserta menyanyikan lagu layaknya sesi karaoke. Tawa peserta terdengar jelas, sementara kamera turut menangkap momen Kepala Dinas Pendidikan yang tampak menikmati suasana tersebut.

Kejadian ini kembali membuka ruang kritik terhadap standar etika pejabat publik di Kabupaten Garut. Banyak pihak menilai, sektor pendidikan menuntut tingkat kehati-hatian dan keteladanan yang lebih tinggi dibandingkan sektor lain, mengingat perannya dalam membentuk karakter generasi muda.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada klarifikasi atau pernyataan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut maupun Pemerintah Kabupaten Garut terkait peristiwa yang menjadi sorotan publik tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup