Ledakan Mobil BBM Ilegal Kembali Terjadi di Cibatu, Warga Desak Penertiban

GARUT TERKINI – Insiden ledakan kendaraan kembali terjadi di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Kali ini, sebuah mobil pribadi yang diduga digunakan untuk mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) meledak dan terbakar hebat di Kampung Pabrik, Desa Wanakerta, pada Sabtu sore (17/1/2026).
Kobaran api besar yang melahap kendaraan tersebut sontak mengundang kepanikan warga sekitar. Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, mobil tersebut mengangkut sejumlah jerigen berisi BBM. Akibat peristiwa itu, arus lalu lintas di jalur utama menuju pusat Kota Garut sempat lumpuh total karena warga berbondong-bondong menyaksikan kejadian dan petugas melakukan penanganan darurat.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wanakerta, Agus Suhendar, mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Ia menyebut insiden ini menjadi alarm serius terkait maraknya penyalahgunaan kendaraan pribadi untuk aktivitas pengangkutan BBM.
“Ini sudah kejadian yang kedua kalinya. Mobil yang meledak diduga merupakan kendaraan pribadi yang digunakan untuk mengangkut BBM dalam jumlah besar,” ujar Agus saat dikonfirmasi.
Menurut Agus, praktik tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat sekitar. Ia pun mendorong pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk melakukan penertiban secara tegas terhadap pola pembelian dan distribusi BBM yang tidak sesuai ketentuan.
Ia menjelaskan, berdasarkan temuan di lapangan, BBM tersebut diduga dibeli dengan cara bertahap menggunakan sepeda motor, lalu dipindahkan ke dalam jerigen sebelum diangkut menggunakan mobil pribadi. Modus semacam ini dinilai rawan memicu kebakaran maupun ledakan, terlebih jika kendaraan tidak dilengkapi standar pengamanan khusus.
“Praktik seperti ini harus segera dihentikan. Selain melanggar aturan, juga membahayakan nyawa pengguna jalan dan warga sekitar,” tegasnya.
Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian serius semua pihak, agar pengawasan distribusi BBM dapat diperketat dan insiden serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.***














