IPM Digenjot Bupati, Disdik Garut Malah “Karokean” di Bus Menuju Yogyakarta

GARUT TERKINI – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan pentingnya peran Dinas Pendidikan dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut. Penekanan tersebut disampaikan langsung saat kunjungannya ke Kantor Dinas Pendidikan, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan.

Namun, di tengah semangat tersebut, muncul sorotan publik terhadap kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang dinilai kurang selaras dengan arah kebijakan pimpinan daerah. Dinas Pendidikan diketahui menggelar kegiatan bertajuk Pembinaan Disiplin ASN Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Tahun 2026 pada 15–17 Januari 2026 dengan tujuan ke Yogyakarta.

Informasi kegiatan ini mencuat ke publik setelah beredarnya sejumlah video dan dokumentasi di grup WhatsApp. Spanduk kegiatan tampak jelas terpasang, mencantumkan nama acara, waktu pelaksanaan, serta dukungan dari Bank Jabar Banten (BJB). Namun, alih-alih memperlihatkan suasana pembinaan disiplin aparatur sipil negara (ASN), tayangan video justru menampilkan atmosfer yang lebih menyerupai perjalanan rekreasi.

Dalam salah satu video yang direkam di dalam bus, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan Budiman, terlihat memimpin doa sebelum perjalanan dimulai. Tak lama kemudian, suasana berubah menjadi riuh dengan lantunan karaoke yang dinyanyikan oleh salah seorang peserta. Lirik lagu bernuansa santai terdengar di dalam bus, disambut tawa dan ekspresi gembira para penumpang. Kamera juga menyorot Kadisdik yang tampak menikmati suasana tersebut.

Nuansa serupa kembali terlihat saat rombongan tiba di salah satu lokasi wisata di Yogyakarta. Dalam video lain, peserta kegiatan tampak kompak meneriakkan yel-yel khas instansi dengan penuh semangat dan canda, memunculkan kesan kegiatan yang lebih dominan bersifat hiburan.

Kondisi ini menuai tanggapan dari berbagai kalangan. Pemerhati kebijakan publik, Dudi Supriadi, menilai apa yang terlihat dalam video tersebut menimbulkan kesan kontradiktif dengan pesan yang sebelumnya disampaikan Bupati Garut.

“Di satu sisi bupati menekankan pembenahan serius, termasuk mendorong sektor pariwisata daerah dan peningkatan kualitas SDM. Tapi di sisi lain, ada kegiatan dinas yang justru terkesan tidak sejalan dengan semangat itu,” ujar Dudi saat dimintai pendapat.

Ia juga mempertanyakan urgensi pelaksanaan kegiatan pembinaan ASN ke luar daerah. Menurutnya, Kabupaten Garut memiliki banyak fasilitas dan destinasi yang memadai untuk kegiatan serupa.

“Garut tidak kekurangan tempat. Ada banyak lokasi yang layak untuk pembinaan ASN sekaligus bisa mendukung promosi wisata lokal. Dari sisi efisiensi anggaran dan dampak ekonomi daerah, tentu akan lebih tepat jika dilaksanakan di Garut,” jelasnya.

Dudi menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antarperangkat daerah agar visi kepala daerah dapat berjalan selaras. Ia mengingatkan agar kegiatan kedinasan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai strategis dan manfaat nyata.

“Kalau tujuannya pembinaan disiplin, substansi kegiatannya harus jelas. Jangan sampai publik menilai kegiatan seperti ini sekadar jalan-jalan berkedok pembinaan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi kegiatan maupun materi pembinaan disiplin ASN yang dijalankan.

Peristiwa ini menjadi catatan penting di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Garut membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan selaras dengan visi pembangunan daerah. Publik kini menanti apakah polemik ini akan menjadi bahan evaluasi internal, atau justru berlalu tanpa perbaikan berarti.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup