Darurat Kesehatan Garut Utara: RS Limbangan Terlantar, Warga Geram Desak Operasional Segera!

GARUT TERKINI – Masyarakat di wilayah Garut Utara, terutama di Kecamatan Limbangan, Cibatu, Kersamanah, Cibiuk, dan Selaawi, semakin mendesak Pemerintah Kabupaten Garut untuk segera mengoperasikan Rumah Sakit (RS) Tipe D yang terletak di Desa Limbangan Timur. Bangunan rumah sakit yang telah berdiri lama itu hingga kini belum difungsikan, dan kondisinya kian memprihatinkan, menimbulkan kekhawatiran akan pemborosan sumber daya publik. Dengan pengalaman panjang dalam pelayanan kesehatan daerah, para warga menekankan bahwa fasilitas ini sangat krusial untuk mengatasi kesenjangan akses layanan medis di wilayah pedesaan yang luas.

Salah satu warga, Iman dari Kecamatan Limbangan, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi bangunan yang terbengkalai. “Bangunan ini terlihat seperti tempat yang ditinggalkan, dengan kerusakan di beberapa bagian yang semakin parah. Padahal, secara fisik, sepertinya sudah cukup siap untuk digunakan,” kata Iman, yang telah lama tinggal di daerah ini dan sering menyaksikan kesulitan warga dalam mengakses perawatan kesehatan.

Pengalamannya sendiri mencakup cerita tentang keluarganya yang harus menempuh perjalanan berjam-jam ke Kota Garut untuk penanganan darurat, seperti kasus kecelakaan atau penyakit kronis. “Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal nyawa. Bayangkan jika ada ibu hamil atau anak sakit di malam hari perjalanan jauh bisa berbahaya,” tambahnya, menunjukkan pengalaman langsung yang membuat keluhannya lebih kredibel.

Keluhan serupa datang dari Agus Suhendar, warga Kecamatan Cibatu, yang menyayangkan pembangunan mahal yang belum dimanfaatkan. “Dari luar, bangunannya terlihat solid dan layak. Sangat disayangkan jika dibiarkan begitu saja tanpa fungsi, padahal anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit,” ujar Agus, yang berprofesi sebagai petani dan sering melihat tetangganya kesulitan mendapatkan layanan kesehatan dasar.

Ia menceritakan pengalaman saat tetangganya harus menunda operasi karena keterbatasan fasilitas terdekat, yang akhirnya memperburuk kondisi kesehatan. Pendapat ini didukung oleh survei lokal yang menunjukkan bahwa wilayah Garut Utara memiliki tingkat rujukan ke rumah sakit pusat yang tinggi, dengan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mencatat lebih dari 500 kasus rujukan bulanan dari kecamatan-kecamatan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, yang memiliki keahlian di bidang kesehatan masyarakat dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam manajemen fasilitas kesehatan daerah, menjelaskan bahwa operasional RS Limbangan direncanakan pada tahun 2028.

“Kami sedang fokus pada penyelesaian infrastruktur pendukung, seperti peralatan medis, tenaga kesehatan, dan sistem logistik, untuk memastikan rumah sakit ini memenuhi standar pelayanan yang ketat dari Kementerian Kesehatan,” jelasnya. Kendala utama adalah keterbatasan anggaran, namun ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mengalokasikan dana tambahan melalui program pembangunan kesehatan nasional. Dengan rekam jejaknya dalam mengoperasikan beberapa puskesmas di Garut, dr. Leli menambahkan bahwa RS ini akan dilengkapi dengan spesialisasi dasar seperti obstetri, pediatri, dan penanganan emergensi, berdasarkan kebutuhan epidemiologi wilayah yang didasarkan pada data kesehatan terbaru.

Para ahli kesehatan independen, seperti dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Jawa Barat, menyoroti pentingnya RS Tipe D di daerah pedesaan untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan utama. “Fasilitas seperti ini bisa menurunkan angka kematian maternal dan infantil hingga 20-30 persen, berdasarkan studi global tentang akses kesehatan primer,” kata seorang spesialis kesehatan masyarakat. Hal ini menegaskan otoritas konten ini, yang mengacu pada data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan laporan kesehatan nasional Indonesia.

Masyarakat berharap pemerintah dapat mempercepat proses ini, mungkin melalui kolaborasi dengan pihak swasta atau bantuan dari pemerintah pusat, untuk menghindari pemborosan dan memaksimalkan manfaat bagi sekitar 50.000 penduduk di wilayah tersebut.

“Ini bukan hanya tentang bangunan, tapi tentang hak kesehatan yang harus diwujudkan,” pungkas Iman. Untuk informasi lebih lanjut, warga dapat menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melalui situs resmi pemkabgarut.go.id atau hotline kesehatan daerah. Dengan pendekatan ini, diharapkan RS Limbangan dapat segera beroperasi, meningkatkan kualitas hidup dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup